Produktivitasmengacu pada peningkatan? Kualitas produksi; Variasi produk; Fungsi produk; Biaya produksi; Proses produksi; Jawaban: A. Kualitas produksi. Dilansir dari Ensiklopedia, produktivitas mengacu pada peningkatan kualitas produksi. Produktivitaskerja memiliki dua dimensi, di mana yang pertama adalah efektivitas, mengacu pada pencapaian unjuk kerja maksimal (berkaitan dengan kualitas, kuantitas, dan waktu). Tentunya, hal tersebut bisa membantu kamu untuk meningkatkan fungsi produktivitas kerja di kantor. Setidaknya, sisihkan waktu 30 menit setiap hari untuk padapeningkatan produktivitas kerja karyawannya Produktivitas PT. Surya Mata Ei Kebun Upah saat ini produksi Tbs nya menurun dari tahun 2010-2014. Berbagai faktor sangat mempengaruhi hal tersebut dimana salah satunya adalah faktor produktivitas karyawannya. Produktivitas karyawan menjadi hal yang sangat penting dimana jika karyawan PENINGKATANPRODUKTIVITAS PENGUSAHA TEMPE DI KECAMATAN PASARWAJO KABUPATEN BUTON Rudi Abdullah Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Muhammadiyah Buton, Kota kelembagaan mengacu pada peraturan daerah Aspek Produksi 1. Pemeliharaan secara menyeluruh komponen mesin produksi 2. Melakukan pendaftaran ke Semakintinggi nilai produktivitas kerja yang diperoleh dari rumus di atas, maka secara teori, semakin tinggi juga efisiensi kerja pada suatu usaha. Apabila nilai produktivitasnya rendah, bagian HRD dapat melakukan rencana efisiensi SDM. Misalnya dengan mengurangi jumlah tenaga kerja, atau sebaliknya, dengan menambah tenaga kerja. kajiansasaran pada penelitian ini adalah mengoptimalkan sistem infrastruktur teknologi informasi sehingga PT. Indonesia Epson Industry mencapai tujuan bisnisnya yaitu peningkatan produksi di tahun 2012. 2. KAJIAN PUSTAKA . 2.1. Konsep Produktivitas . Produktivitas dapat digambarkan dalam dua pengertian yaitu secara teknis dan financial. upayayang dapat dilakukan dalam peningkatan produktivitas yaitu disarankan agar para kontraktor memperhatikan pengelolaan kesejahteraan para tenaga kerja. Gambar 2. Grafik Produktivitas Pada Pekerjaan Galian Tanah Pondasi 3.3.2 Item Pekerjaan Pasangan Batu Gunung / Kali untuk Pondasi Campuran 1:4 Pada pekerjaan pasangan batu Peningkatanmodal per jam (atau pendalaman modal) mengarah pada peningkatan produktivitas tenaga kerja. Misalnya, pertimbangkan pekerja pabrik di pabrik kendaraan bermotor. Jika pekerja memiliki akses yang lebih besar ke mesin dan peralatan untuk membuat kendaraan, mereka dapat memproduksi lebih banyak kendaraan dalam jumlah waktu yang sama. strategispeningkatan produktivitas organisasi. Studi dari berbagai sumber menginformasikan bahwa, beberapa faktor yang dapat meningkatkan produktivitas kerja pegawai adalah aspek Komunikasi dan Koordinasi. Dengan mengacu pada pendapat . Kotler (2003:140) yang mengemukakan bahwa Alexakiset al. (2019) menyatakan bahwa nilai pada Malmquist Productivity Index (MPI) menunjukkan adanya peningkatan pada produktivitas diantara t dan t-1 kecuali jika nilai MPI kurang dari 1 akan menunjukkan hasil sebaliknya atau penurunan produktivitas. Mengacu pada penelitian Raéf Bahrini (2015) maka pendekatan untuk variabel input dan jB9y. 5 Alasan Produktivitas Mengacu Pada Peningkatan Bisnis Sebagai leader ditempat kerja, tentu anda ingin semua karyawan anda produktif bukan? Lebih banyak menghasilkan untuk kemajuan dan kesuksesan perusahaan yang anda pimpin. Mengingat karyawan adalah salah satu aset terpenting yang berpengaruh pada keberlanjutan sebuah perusahaan. Tapi apakah anda pernah berpikir, sebenarnya kenapa sih produktivitas mengacu pada peningkatan bisnis anda? Hmm… Mari kita bahas ya 5 alasannya, serta 3 cara mengukur produktivitas karyawan anda. 5 Alasan Mengapa Produktivitas Mengacu Pada Peningkatan Bisnis AndaMengurangi Biaya Meningkatkan Kepuasan Pelanggan Meningkatkan Kepuasan Kerja Bagi Karyawan Membantu Karyawan Lain Menciptakan Lingkungan Kerja yang Positif 3 Cara Mengukur Produktivitas Kerja KaryawanJumlah Penjualan Jumlah Pekerjaan yang Diselesaikan Kualitas Pekerjaan yang Diselesaikan 5 Alasan Mengapa Produktivitas Mengacu Pada Peningkatan Bisnis Anda Mengurangi Biaya Apabila karyawan anda produktif, anda akan menghabiskan lebih sedikit biaya untuk tenaga kerja. Anda bisa memaksimalkan potensi mereka, hal ini tidak sama dengan nda mengeksploitasi mereka ya. Memaksimalkan potensi dapat dirasakan manfaatnya, bukan hanya oleh perusahaan anda namun juga oleh diri mereka sendiri. Anda bisa berinvestasi pada kemampuan mereka, membayar mereka dengan lebih untuk membantu mengembangkan bisnis dari waktu ke waktu, sekaligus mengembangkan diri mereka Juga Produktivitas Artinya Apa? Pahami 7 Perbedaan Sibuk dan Produktif Meningkatkan Kepuasan Pelanggan Ketika karyawan anda produktif dan mampu menyelesaikan tugas-tugas mereka tepat waktu bahkan lebih cepat dari yang dijadwalkan, pelanggan akan merasa puas dengan kinerja perusahaan anda karena tim anda mampu menunjukkan profesionalitas. Kepuasan pelanggan pada akhirnya akan meningkatkan loyalitas mereka. Produktivitas kerja karyawan yang baik juga menjadikan anda dan tim punya lebih banyak waktu untuk menyelesaikan tugas-tugas lainnya. Meningkatkan Kepuasan Kerja Bagi Karyawan Ketika karyawan anda produktif, bukan hanya pelanggan lo yang akan merasa puas. Namun juga masing-masing karyawan anda. Kami pikir, tidak ada individu yang menyukai tempat kerja yang bergerak lambat, bukan? Saat anda berupaya meningkatkan produktivitas karyawan, anda juga secara tidak langsung meningkatkan kepuasan mereka terhadap hasil kerja mereka sendiri. Membantu Karyawan Lain Ketika karyawan produktif dan mampu menyelesaikan tugas-tugas lebih cepat, mereka jadi punya waktu luang yang bisa digunakan untuk membantu tim lainnya. Jika tugas-tugas setiap karyawan dangat lambat diselesaikan, bagaimana ia bisa membantu tim lainnya bukan? Karena itu, bantulah karyawan untuk meningkatkan produktivitas kerja mereka. Menciptakan Lingkungan Kerja yang Positif Coba bayangkan kalau rekan kerja anda malas-malasan dan tidak semangat? Lebih banyak mengeluh setiap harinya. Bisa jadi membuat anda tidak semangat bekerja juga. Semangat itu menular lo. Karyawan yang semangat akan membuatnya lebih produktif dan menularkannya kepada rekan lainnya. Lingkungan kerja menjadi lebih positif bukan? Jangan lupa bahwa anda juga harus menjadi leader yang bersemangat dan produktif ya untuk memberikan contoh kepada mereka! Setelah memahami 5 alasan mengapa produktivitas mengacu pada peningkatan bisnis anda, lalu bagaimana anda bisa menilai bahwa produktivitas karyawan meningkat? Mengukur produktivitas karyawan bisa menjadi tantangan tersendiri bagi sebuah bisnis, apalagi dengan adanya perubahan sistem kerja yang tidak selalu mewajibkan karyawan work from office, 5 hari kerja dengan sistem 9 to 5. Bagaimana cara mengukurnya sedangkan anda tidak setiap hari bertemu dengan mereka? Pada artikel sebelumnya mengenai Produktivitas Itu Apa dan 7 Perbedaan Sibuk dan Produktif, kita telah membahas bahwa produktivitas bukan hanya tentang menceklis daftar aktivitas yang telah dibuat, namun jumlah nilai yang dihasilkan dibagi dengan jumlah biaya atau waktu yang dibutuhkan. Begitu juga dengan produktivitas kerja karyawan. Bukan hanya berbicara mengenai seberapa banyak tugas yang telah dikerjakan namun seberapa nilai yang bisa mereka hasilkan untuk perusahaan anda. Berikut ini 3 cara mengukur produktivitas kerja karyawan anda, 3 Cara Mengukur Produktivitas Kerja Karyawan Untuk mengukurnya, pertama anda harus berdiskusi dengan karyawan anda untuk menentukan standar yang akan digunakan. Mungkin beberapa hal dibawah ini bisa menjadi preferensi anda dalam mengukur produktivitas kerja mereka, Source Andreas Klassen for Unsplash Jumlah Penjualan Cara termudah yang bisa anda lakukan adalah mengukurnya dari jumlah penjualan, misalnya dalam jangka waktu perbulan. Anda bisa membandingkan jumlah penjualan dengan bulan-bulan sebelumnya untuk tahu apakah produktivitas karyawan anda meningkat atau sebaliknya. Mengukur penjualan ini tidak selalu dari jumlah closing. Namun bisa juga dari berapa jumlah pelanggan yang sudah di approach. Tapi cara ini tidak selalu bisa diterapkan pada semua karyawan apalagi yang tidak berkaitan dengan sales. Jumlah Pekerjaan yang Diselesaikan Untuk karyawan lain yang tidak berkaitan langsung dengan penjualan, anda bisa mengukur produktivitas mereka dari jumlah pekerjaan yang diselesaikan. Bisa dari jumlah tugas perminggu atau perbulan. Kualitas Pekerjaan yang Diselesaikan Selain dari segi kuantitas, anda juga bisa menilainya dari segi kualitas yakni kualitas pekerjaan yang karyawan selesaikan. Jadi bukan hanya menilai dari banyaknya namun dari seberapa berkualitas setiap pekerjaan yang mereka lakukan. Anda perlu menentukan parameter tugas yang berkuliatas itu seperti apa misalnya dari minimnya komplain, seberapa puas pelanggan terhadap bisnis anda. Referensi Workforce Productivity Workplace Productivity Definition and Meaning Ascentis What Is Productivity? A Complete Guide for Improving Yours 8 fast ways to increase employee productivity Pemanfaatan pekerja lepas gig-based employees diperkirakan meningkat yang semula adalah 5% dari angkatan kerja menjadi lebih dari 15% dalam lima tahun ke depan, dan akan membawa serangkaian keahlian khusus ke dalam industri Sebanyak 80% perusahaan menggunakan alat-alat digital untuk mendukung peningkatan keterampilan karyawannya - mendorong peningkatan produktivitas hingga 90% Lembaga keuangan menghabiskan hingga 30% dari anggaran tahunan untuk program perubahan - tetapi tidak menuai hasilnya 22 Maret 2021 – Lembaga keuangan menghabiskan banyak waktu dan upaya untuk meningkatkan produktivitas tenaga kerjanya, menurut survei The Productivity Agenda 2021 yang dibuat oleh PwC. Ini merupakan riset produktivitas kedua dari PwC dan dilakukan selama bulan Juni 2020. Hasilnya mencerminkan dinamika kehidupan melewati pandemi COVID-19 dan prioritas yang diberikan bisnis jasa keuangan untuk meningkatkan produktivitas karyawannya agar model bisnisnya siap menghadapi masa depan. 72% dari responden yang disurvei berencana untuk menerapkan langkah-langkah produktivitas khusus tambahan, dibandingkan dengan 53% pada 2018, sementara 14% di antaranya menghentikan upayanya untuk sementara waktu karena pandemi COVID-19. Digitalisasi adalah alat penting bagi lembaga keuangan untuk membantu mendorong produktivitas. Sebagian besar organisasi telah menerapkan digitalisasi sampai tingkat tertentu dan menuai hasil dari peningkatan produktivitas tetapi masih banyak lagi yang dapat dilakukan. Perusahaan membutuhkan kemampuan baru karena solusi-solusi teknologi semakin melibatkan kolaborasi dengan pihak ketiga. Pekerja tidak hanya membutuhkan keterampilan teknis tetapi juga pelatihan dalam keterampilan nonteknis yang baru, seperti proses yang lebih cepat agile dan teknik kolaborasi tingkat lanjut. Marina R. Tusin, PwC Indonesia Consulting Leader mengatakan, “Dampak COVID-19 telah memberi tekanan pada biaya dan produktivitas bagi banyak organisasi. Keadaan new normal ini mempercepat kebutuhan transformasi digital dan menciptakan tantangan keterampilan. Automasi, Kecerdasan Buatan AI, dan teknologi baru lainnya dapat menghasilkan produktivitas. Namun manfaat baik dari suatu teknologi bergantung pada para pemimpin yang mampu mengenali peluang dari teknologi tersebut, ahli teknologi yang menghadirkannya, dan orang-orang yang bekerja dengan teknologi tersebut setiap hari. Di situlah perusahaan harus dapat mengenali perannya di masa depan perpaduan yang tepat antara orang-orang terampil dan mudah beradaptasi, selaras dengan budaya yang tepat dan dengan pola pikir serta perilaku yang benar untuk dapat membantu memajukan bisnisnya.” Lima puluh persen responden survei memanfaatkan solusi urun daya crowd-source - termasuk merekrut lebih banyak pekerja dari sistem ketenagakerjaan lepas gig economy agar dapat mengakses serangkaian keahlian khusus - 27% perusahaan menghabiskan lebih dari 20% biaya operasionalnya untuk program perubahan. Tiga perempat 77% organisasi juga mengukur produktivitas pekerja. Penggunaan platform crowd-sourced dan pekerja lepas gig workers memberikan nilai yang tinggi oleh 80% lembaga yang menjalankan aktivitas ini. Angka ini meningkat secara signifikan sejak survei yang dilakukan pada tahun 2018, di mana hanya 39% yang meyakini bahwa aktivitas tersebut memberi nilai tambah. PwC berpendapat bahwa pemanfaatan pekerja lepas akan meningkat secara signifikan dalam 3-5 tahun ke depan. Pekerja lepas saat ini hanya berjumlah 5% dari karyawan, dibandingkan dengan 70% karyawan tetap, 32% paruh waktu, dan 9% kontraktor. Dari organisasi yang menerapkan program perubahan, 60% berinvestasi dalam pelatihan khusus untuk karyawannya dan 51% telah menunjuk mentor karier, untuk menumbuhkan dan mempertahankan karyawan. Selain itu, hampir 80% perusahaan yang disurvei menggunakan alat tambahan untuk mendukung produktivitas karyawannya melalui AI 54%, Deep Learning 40%, dan Automasi Proses Robotik 37%, sehingga lebih dari 90% perusahaan melaporkan keberhasilan. Alat-alat digital telah berhasil memberdayakan tenaga kerja internal di lembaga keuangan, di mana 90% responden menyatakan bahwa menggunakan alat-alat tersebut telah meningkatkan produktivitas. Prospek pemanfaatan gig economy yang lebih besar sangat signifikan, di mana separuh dari organisasi yang disurvei menyatakan harapannya untuk meningkatkan proporsi pekerja lepas dalam 3-5 tahun ke depan, dibandingkan dengan mempekerjakan karyawan tetap. Meskipun ketersediaan tenaga kerja semakin besar, sebagian besar lembaga masih banyak mengandalkan karyawan tetap dan paruh waktu. Di antara responden, karyawan kontraktor hanya membentuk 9% dari angkatan kerja, dan tenaga kerja lepas gig economy talent hanya 5%. PwC meyakini bahwa tenaga kerja lepas kemungkinan besar akan melakukan 15% hingga 20% dari pekerjaan yang biasa dilakukan dalam lima tahun, didorong oleh tekanan biaya yang terus-menerus dan kebutuhan untuk mengakses tenaga kerja yang terampil secara digital. Hal ini, dikombinasikan dengan investasi dalam keterampilan nonteknis soft skills dan keahlian digital dari lebih banyak karyawan tetap, adalah kunci untuk merealisasikan keuntungan dari produktivitas di masa depan. John Garvey, Global Financial Services Leader PwC, PwC AS, berkomentar “Tantangan dalam hal menjaga agar orang tetap termotivasi dan produktif menjadi lebih relevan tahun ini daripada sebelumnya, di mana hampir tiga perempat lembaga keuangan berencana untuk menerapkan langkah-langkah produktivitas tambahan sebagai akibat COVID-19. Kami sangat percaya bahwa peningkatan keterampilan, melalui pelatihan dan pendampingan, adalah kunci untuk meningkatkan produktivitas, seperti halnya alih daya ke gig economy.” Selain itu, menurut Marina, “Upskilling dan reskilling adalah investasi jangka panjang bagi perusahaan dan respons yang tidak dapat ditawar terhadap kemajuan teknologi yang sedang berlangsung. Organisasi harus terus mengakui investasi sumber daya manusia sebagai aset dan mengambil peran aktif dalam mendukung tenaga kerjanya melalui proses upskilling dan reskilling karyawannya. Dalam jangka pendek, reskilling akan diperlukan agar karyawan dapat menjalankan peran baru yang tercipta akibat krisis COVID-19. Dalam jangka panjang, upskilling akan meningkatkan produktivitas karyawan seiring dengan kemajuan transformasi digital dan semakin banyak orang yang mendapati diri mereka bekerja berdampingan dengan mesin.” Catatan untuk editor Productivity 2021 and beyond Upskilling the workforce of the future to create a competitive advantage in financial services melakukan survei atas 502 pejabat senior eksekutif dalam industri Jasa Keuangan di 15 negara. Lebih dari 60% respons diterima dari para pemimpin C-suite. 1. Dalam laporan tersebut, pekerja lepas gig workers didefinisikan sebagai pekerja yang bukan karyawan penuh waktu yang direkrut untuk proyek dan keterampilan tertentu untuk melakukan suatu fungsi atau penugasan dan tidak terikat kontrak eksklusif dengan pemberi kerja mana pun. Mereka mungkin mengerjakan banyak proyek untuk perusahaan yang berbeda, tanpa periode waktu yang ditentukan. Kontraktor juga merupakan karyawan tidak tetap yang termasuk dalam daftar gaji. Namun mereka umumnya bekerja secara eksklusif untuk pemberi kerja dan selama jangka waktu tertentu, bukan per proyek. Tentang PwC Indonesia PwC Indonesia terdiri dari KAP Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan, PT PricewaterhouseCoopers Indonesia Advisory, PT Prima Wahana Caraka, PT PricewaterhouseCoopers Consulting Indonesia, dan Melli Darsa & Co., Advocates & Legal Consultants, masing-masing sebagai entitas hukum dan firma anggota yang terpisah dari jaringan global PwC. Tentang PwC Di PwC, kami bertujuan membangun kepercayaan dalam masyarakat dan memecahkan masalah-masalah penting. Kami adalah jaringan firma yang terdapat di 155 negara dengan lebih dari orang yang berkomitmen untuk memberikan jasa assurance, advisory dan pajak yang berkualitas. Temukan lebih banyak informasi dan sampaikan hal-hal yang berarti bagi Anda dengan mengunjungi situs kami di PwC merujuk pada jaringan PwC dan/atau satu atau lebih firma anggotanya, masing-masing sebagai entitas hukum yang terpisah. Kunjungi untuk informasi lebih lanjut. © PwC 2021. Hak cipta dilindungi undang-undang. Produktivitas tenaga kerja labor productivity mengacu output yang dapat dihasilkan oleh seorang pekerja. Hal ini berlaku baik untuk sebuah perusahaan, industri, atau perekonomian. Dalam sebuah bisnis, produktivitas kerja karyawan berkaitan langsung dengan kinerja perusahaan. Produktivitas kerja karyawan yang tinggi akan membantu perusahaan untuk terus mencetak laba dan bersaing dengan kompetitornya. Namun, bila sebaliknya yang terjadi, sudah pasti bisnis akan terganggu yang berakibat pada kerugian waktu dan materil perusahaan. Hal ini tentunya perlu diantisipasi agar hal tersebut tidak terjadi. Pengertian Produktivitas Kerja Produktivitas kerja adalah ukuran perbandingan kualitas dan kuantitas dari seorang tenaga kerja dalam satuan waktu untuk mencapai hasil atau prestasi kerja secara efektif dan efisien dengan sumber daya yang digunakan. Dilansir dari Chron, produktivitas pada dasarnya adalah hubungan antara masukan input dan keluaran output. Tujuan dari produktivitas adalah menghasilkan atau meningkatkan hasil barang dan jasa setinggi mungkin dengan memanfaatkan sumber daya secara efisien. Menghitung produktivitas tenaga kerja Anda dapat menghitung produktivitas tenaga kerja per satuan jam kerja atau per pekerja. Rumusnya adalah sebagai berikut Produktivitas tenaga kerja = Total output / Total pekerja … persamaan 1 Atau Produktivitas tenaga kerja = Total output / Total jam kerja … persamaan 2 Penggunaan keduanya tergantung konteks yang ingin anda dalami. Jika perusahaan yang anda teliti memiliki kebijakan jam kerja yang berbeda, menggunakan persamaan 2 adalah lebih masuk akal. Sebagai contoh, seorang pekerja di perusahaan ABC dan perusahaan XYZ dapat menghasilkan 1 produk sehari, namun dengan jam kerja yang berbeda. Di perusahaan ABC, jam kerja adalah 6 jam sehari, sedangkan perusahaan XYZ memiliki 8 jam kerja sehari. Jika menggunakan persamaan 1, produktivitas kedua perusahaan adalah sama. Kesimpulan semacam itu mungkin akan menyesatkan anda. Dari kasus tersebut, anda dapat lihat perusahaan ABC lebih produktif karena dapat menghasilkan satu produk per 6 jam daripada perusahaan XYZ karena memerlukan 8 jam kerja. Perusahaan ABC mungkin menggunakan teknologi yang lebih baru dan lebih handal daripada Perusahaan XYZ, sehingga memerlukan lebih sedikit jam kerja. Oleh karena itu, perusahaan ABC seharusnya akan menanggung biaya tenaga kerja yang lebih rendah. Produktivitas Tenaga Kerja dalam Perekonomian Konsep produktivitas juga berlaku untuk angka agregat perekonomian. Untuk menghitung produktivitas sebuah perekonomian, anda dapat menggunakan PDB riil sebagai pembilang, yang mana mewakili total output perekonomian. Sementara untuk penyebut, ekonom biasanya lebih menyukai jam agregat, yakni penjumlahan jam kerja seluruh pekerja dalam satu tahun. Produktivitas tenaga kerja = PDB Riil / Jam agregat Misalkan PDB riil adalah US$600 miliar dan jam kerja agregat di negara tersebut adalah 100 miliar. Produktivitas tenaga kerja adalah US$6 per jam kerja US$600 miliar / 10 miliar. Pada tahun berikutnya, PDB riil meningkat menjadi US$950 miliar dan jam kerjanya meningkat menjadi 150 miliar. Produktivitas tenaga kerja kira-kira sama dengan US 6,3 per jam kerja. Dengan demikian, produktivitas tenaga kerja di negara tersebut telah meningkat sekitar 5,5% = { / 6 -1} x 100%. Secara umum, produktivitas tenaga kerja di negara maju cenderung lebih tinggi daripada di negara berkembang. Negara maju lebih unggul dalam kemajuan teknologi dan kualitas sumber daya manusia, membuat mereka lebih produktif. Tapi, jika anda mengukur angka pertumbuhan produktivitas, negara berkembang mungkin lebih tinggi dibandingkan dengan negara maju ketika persediaan modal ditingkatkan pada kuantitas yang sama lihat model pertumbuhan Solow. Itu karena negara berkembang memiliki rasio modal/pekerja yang lebih rendah, sehingga menerima manfaat yang lebih besar ketika modal ditingkatkan. Mengapa Produktivitas Tenaga Kerja Penting? Produktivitas dapat menjadi sumber keunggulan kompetitif. Biaya tenaga kerja biasanya mencakup sebagian besar total biaya produksi. Tenaga kerja yang lebih produktif memungkinkan perusahaan untuk menghasilkan lebih banyak output menggunakan jumlah tenaga kerja yang sama. Jadi, produktivitas yang tinggi membuat biaya operasi menjadi rendah. Karena biaya rendah, perusahaan memperoleh keuntungan lebih tinggi bahkan ketika menetapkan harga jual di rata-rata industri. Secara agregat, produktivitas mendorong pertumbuhan ekonomi dalam jangka pendek dan jangka pendek. Output jangka panjang PDB potensial, tidak hanya tergantung pada kuantitas pasokan tenaga kerja, tetapi juga kualitasnya. Jika lebih produktif, perekonomian dapat menghasilkan lebih banyak barang dan jasa. Dalam jangka pendek, peningkatan produktivitas mendorong naik pasokan. Pasokan yang lebih tinggi mendorong harga turun. Itu membuat barang dan jasa lebih terjangkau bagi masyarakat. Harga yang lebih rendah juga membuat barang dan jasa domestik lebih kompetitif di pasar internasional. Itu meningkatkan ekspor dan mendorong pertumbuhan PDB riil. Produktivitas yang tinggi memungkinkan perusahaan membayar upah yang lebih tinggi dengan tetap menghasilkan laba yang tinggi. Ini meningkatkan pendapatan disposabel rumah tangga, yang mengarah ke perbaikan standar hidup dan kesejahteraan. Bagaimana cara meningkatkan produktivitas pekerja? Empat faktor mempengaruhi produktivitas pekerja, termasuk modal manusia, inovasi teknologi, dan ketersediaan modal fisik. 1. Peningkatan modal manusia Kualitas modal manusia meningkat melalui perbaikan sistem pendidikan dan pelatihan. Pekerja memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang lebih baik. Menjadikan tempat kerja tetap kondusif juga baik untuk moral pekerja, yang berkontribusi pada produktivitas. Terakhir, spesialisasi juga meningkatkan meningkatkan produktivitas melalui efek kurva pembelajaran learning curve. Ketika mengerjakan tugas spesifik, pekerja akan semakin ahli dari waktu ke waktu. Karena lebih berpengalaman, mereka akan tahu bagaimana mengerjakan tugas dengan lebih cepat. 2. Inovasi teknologi Inovasi teknologi mempercepat pekerja dalam menyelesaikan tugas mereka. Dengan alat yang lebih canggih, pekerja dapat menghasilkan lebih banyak output daripada yang bisa mereka lakukan dengan peralatan konvensional. Teknologi yang lebih canggih memungkinkan perusahaan untuk mencapai skala ekonomis lebih cepat dan berkontribusi pada biaya unit yang lebih rendah. 3. Investasi infrastruktur Pemerintah juga memainkan peran penting dalam meningkatkan produktivitas. Investasi dalam infrastruktur mendukung produktivitas bisnis dengan menurunkan biaya logistik. Insentif pajak dapat mendorong bisnis untuk berinovasi dalam teknologi baru. Selanjutnya, dengan mempromosikan persaingan, pemerintah juga merangsang pasar untuk berinovasi. Selain itu, investasi infrastruktur non fisik seperti pendidikan dan kesehatan juga penting untuk menunjang peningkatan produktivitas pekerja. 4. Peningkatan modal fisik Modal fisik penting bagi produktivitas, tidak hanya dari sisi kuantitas tetapi juga kualitas. Misalnya, dengan membeli lebih banyak komputer berkualitas sama, perusahaan penerbit dapat menghasilkan lebih banyak artikel. Begitu juga, ketika kualitas komputer meningkat, mereka dapat menghasilkan output yang sama dengan lebih cepat atau menghasilkan output yang lebih tinggi dengan waktu yang sama. Manfaat Mengukur Produktivitas Vincent Gaspersz, dalam bukunya Total Productivity Management, menjelaskan bahwa perusahaan memiliki beberapa keunggulan dalam mengukur produktivitas Perusahaan dapat memperoleh informasi dan mengevaluasi efisiensi berbagai sumber daya. Upaya dalam proses perencanaan sumber daya tentunya akan menjadi lebih efisien dan efektif. Bisnis dapat menyelaraskan kembali tujuan ekonomi dan non-ekonomi dengan memprioritaskannya berdasarkan metrik produktivitas. Organisasi dapat mengubah rencana menjadi target untuk tingkat produktivitas masa depan berdasarkan tingkat produktivitas saat ini. Perusahaan mampu mengembangkan strategi untuk meningkatkan kondisi produktivitas berdasarkan kesenjangan produktivitas yang terukur dan terencana. Organisasi dapat memperoleh wawasan tentang nilai produktivitas dibandingkan dengan pesaing lainnya. Bisnis dapat bertindak secara kompetitif dan terus berupaya meningkatkan produktivitas dengan cara yang lebih berkelanjutan. Rekomendasi Aplikasi Pengukuran Produktivitas Mekari Talenta untuk Karyawan Talenta adalah salah satu merk HRIS human resources information system, yakni software perangkat lunak untuk manajemen sumber daya manusia. Software HRIS bertujuan mengurangi beban kerja administrasi di bidang penggajian, perpajakan karyawan, absensi, dan performance appraisal. Melalui aplikasi penilaian kinerja karyawan by Talenta, HR akan lebih mudah dalam memastikan progres karyawan sejalan dengan tujuan bisnis perusahaan dan membantu pengelolaan KPI secara transparan. Kunjungi untuk mengetahui informasi lebih lengkapnya. Selain itu, Talenta juga menyediakan fitur mobile friendly yang disebut mobile employee-self service yang dapat memudahkan karyawan untuk mengakses Talenta melalui smartphone atau gadget masing-masing. Fitur-fitur yang disediakan Talenta juga dilengkapi dengan detail-detail sehingga memudahkan karyawan dalam melakukan pekerjaan. Kelebihan MekariTalenta Fitur yang disajikan sangat berlimpah Keunggulan dari Mekari Talenta ini salah satunya adalah fitur yang dibawakan sangat banyak dan berlimpah. Mulai dari pinjaman tunai, halaman recruitment, halaman cuti custom, hingga pengumuman karyawan pun disediakan oleh Mekari Talenta ini, berikut ini detail fiturnya Fitur payroll, fitur ini membantu perusahaan menghitung dan bisa membayar payroll karyawan secara otomatis setiap bulannya. Proses payroll lebih efektif dan efisien karena tidak harus dilakukan di kantor. Selengkapnya mengenai aplikasi payroll dapat Anda akses pada Fitur manajemen waktu, maka tim HR perusahaan bisa dengan mudah melakukan otomatisasi proses cuti karyawan dan lemburan yang dilakukan. Fitur absensi mobile, maka seluruh karyawan bisa melakukan absensi dengan mudah kapan dan dimana saja. Dan fitur ini juga memudahkan tim HR dalam melakukan pengawasan pada absensi karyawan sewaktu-waktu. Fitur database karyawan, dapat membantu HR dalam melakukan pengelolaan data dan informasi terkait karyawan. Mulai dari data personal, informasi tunjangan, hingga fasilitas yang berhak diterima karyawan sesuai kontrak kerjanya. Kostumisasi yang sangat terperinci Semua hal yang diatur di dalam Talenta diatur secara sangat terperinci, Di sini bahkan bisa membuat rumus cuti sendiri dan rumus denda sendiri. Tim Support yang efektif dan responsive Tidak usah bergelut dengan BOT ketika memberikan keluhan atau komplain, CS dari Talenta akan dengan sigap membantu dalam hitungan menit saja. Dalam aplikasi Talenta ini juga sering diadakan promo dan diskon yang berakibat pada harga yang bisa lebih murah dari harga normal. Tentu saja hal ini bisa dikatakan angin segar untuk perusahaan yang ingin menggunakan Talenta sebagai sistem payroll mereka namun dengan anggaran yang terbatas. Apalagi untuk kondisi sekarang ini di mana karyawan lebih sering Work From Home, menggunakan Talenta tentu akan sangat membantu dalam hal pengkondisian karyawan dengan sistem otomatisnya yang akan sangat membantu perusahaan. Dengan adanya fitur-fitur ini maka tentu saja pengelolaan sumber daya di dalam perusahaan jauh lebih baik dan lebih optimal. Talenta dapat diakses dengan mudah di Tunggu apa lagi? Coba Talenta sekarang juga.